Indonesia menangis





Bangsa Indonesia kembali menangis... Betapa tidak manusiawi sama sekali tindakan2 orang bodoh yg membuat bangsa Indonesia hancur kembali di mata negara-negara lain.

Seperti yang dikutip dari Kompas.com,Menyusul ledakan yang terjadi di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (17/7), muncul dugaan peristiwa ini adalah aksi bom bunuh diri. "Ada indikasi ini bom bunuh diri," kata Ketua Komisi I DPR Theo Sambuaga kepada wartawan di lokasi kejadian. Menurutnya, beberapa korban tewas dikenali polisi sebagai anggota jaringan teroris di Indonesia. Namun, tidak dirinci lebih jauh jaringan teroris yang mana. Lebih jauh, ia mengungkapkan, ditengarai pelaku menginap di lantai 18 Hotel JW Marriott. Ia mengkhawatirkan saat ini masih ada bom-bom lain di sekitar hotel. "Saat ini kendali penyelidikan dipegang sepenuhnya oleh pihak kepolisian. Polisi masih melakukan penyisiran," tandas dia.


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengutuk keras serangan bahan peledak di depan Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton yang menewaskan sedikitnya sembilan orang.
Menurut Presiden yang berbicara di Istana Jakarta, Jumat (17/7), peristiwa yang terjadi setelah pemilu presiden itu berdampak pada banyak kegiatan di Indonesia. "Apalagi dalam waktu dekat ini klub sepak bola terkenal, Manchester United, sedianya akan main di Indonesia," kata Presiden penuh emosi.
Presiden juga meminta pihak-pihak terkait agar segera mengusut tuntas kasus peledakan ini. "Saya bersumpah demi rakyat Indonesia, negara dan pemerintah akan melaksanakan tindakan tegas, tepat, dan benar terhadap pelaku pengeboman berikut otak dan penggeraknya," lanjut Presiden.
Yudhoyono juga menginstruksikan kepada Polri, TNI, termasuk gubernur dan wali kota untuk meningkatkan kewaspadaannya. "Penegak hukum harus bisa mencari pelaku penggerak atau otak di balik kekerasan ini."

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membeberkan salah satu temuan intelijen yang diterjemahkannya sebagai ancaman kepada dirinya. Temuan tersebut berupa beberapa lembar foto yang menggambarkan dua orang bertutup kepala hitam, tengah melakukan latihan menembak dengan menggunakan gambar Presiden sebagai target.Foto-foto tersebut dipamerkan Presiden dalam konferensi pers di kantornya di kompleks Istana Jakarta, Jumat (17/7) siang, terkait dengan ledakan yang terjadi di kawasan Mega Kuningan pagi tadi. "Saudara bisa menafsirkan apa artinya ancaman seperti itu. Dan temuan intelijen lain yang sekarang ada di pihak berwenang, tadi pagi terus terang, sebagaimana kebiasaan saya, saya ingin langsung datang ke lokasi. Namun, Kapolri dan semua pihak menyarankan jangan dulu karena memang belum steril, masih dibersihkan, masih disisir dan ancaman bisa datang, apalagi dengan contoh yang saya sampaikan tadi, ancaman fisik," kata Presiden."Tapi tentu hidup dan mati di tangan Allah SWT, saya tidak boleh terhalang untuk menjalankan tugas saya untuk rakyat untuk negara ini," sambungnya. "Pengamanan Presiden berada di pundak TNI, saya yakin TNI sudah mengambil langkah-langkah seperlunya," kata Presiden lagi.Terhadap semua temuan intelijen tersebut, kata Presiden, terlepas, apakah hal tersebut terkait dengan ledakan hari ini atau tidak, menginstruksikan kepada semua jajaran penegak hukum untuk menjalankan tugas dengan obyektif dan benar. "Dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Andaikata tidak terkait, tetaplah harus dicegah," kata Presiden. "Atas semuanya ini, saya selaku kepala negara dan kepala pemerintahan mengutuk aksi teror yang sangat memprihatinkan ini," kata Presiden.
Berdasarkan informasi yang dihimpun,bagian depan Hotel Ritz-Carlton hancur tepatnya di restoran yang terletak di lantai dua.
Sedangkan hal yang sama juga terjadi di Hotel JW Marriott, yaitu di bagian lobi hotel yang terdapat di lantai dasar.
Ledakan terjadi pada sekitar pukul 07.45 WIB, yang pertama terjadi di Hotel JW Marriot, kemudian terjadi di Hotel Ritz-Carlton.
Ledakan tersebut tidak diiringi dengan munculnya kebakaran atau kobaran api yang menyebar.
Sementara itu, para korban diketahui dibawa ke sejumlah rumah sakit antara lain RS Jakarta, RS Metropolitan Medical Center (MMC), dan RS Medistra.
Para korban terluka dikabarkan tidak hanya Warga Negara Indonesia, tetapi juga terdapat warga negara asing. Tetapi jumlahnya masih belum dapat dipastikan.
Di sekitar lokasi kejadian juga masih tampak dipenuhi warga. Arus lalu lintas di Jalan Casablanca juga mengalami keadaan macet parah.
"Hari ini adalah titik hitam dalam sejarah kita.... Pemboman dilakukan oleh kaum teroris. Aksi terorisme ini dilakukan oleh jaringan teroris meskipun belum tentu kelompok yang dikenal selama ini," kata Presiden dalam pernyataan kenegaraan yang disampaikan di Kantor Presiden, Kompleks Istana Jakarta, Jumat. Presiden terlihat penuh emosi saat menyampaikan pernyataan ini. Terlihat beberapa kali Presiden menghela napas dan memberikan tekanan pada kalimat-kalimatnya. Menurut Presiden, peristiwa ini berdampak besar bagi Indonesia yang dalam lima tahun ini berada dalam kondisi stabil, baik politik maupun keamanan. Indonesia yang tengah tumbuh baik dari sisi ekonomi, politik, dan citra internasional, seperti diempaskan kembali ke belakang dengan peristiwa ini. "Kejadian ini yang sangat merusak keamanan dan kedamaian di negeri ini juga terjadi ketika rakyat sungguh menginginkan suasana yang aman, tenang, dan damai, dan justru rakyat juga ingin agar kita segera bersatu membangun kembali negara kita untuk kepentingan rakyat Indonesia," ucap Presiden.

0 komentar:

Posting Komentar

Postinglah dengan komentar yang bersifat "membangun".Thanks^^