Life is a roller coaster... Sometimes up, sometimes down..Mungkin kita sering mendengar kalimat seperti itu. Kadang-kadang kehidupan berada di atas, namun sebentar kemudian kembali ke bawah. Begitu juga dengan hubungan asmara.
Kadang-kadang hubungan begitu harmonis dan kompak, namun di kesempatan lain masalah atau godaan datang menghantam.
Apa yang harus dilakukan ketika badai menghantam hubungan Anda dan pasangan? Tak jarang kita memendam sakit hati dan kebencian bahkan ada yang sampai memutuskan untuk berpisah. Haruskah semua yang telah Anda bangun selama bertahun-tahun hancur hanya karenakeputusan yang Anda ambil selama sekian detik?
Berikut ini ada lima kunci untuk mempertahankan hubungan asmara:
1. Memelihara Kemesraan
Kala hubungan asmara telah berlangsung sekian lama, mungkin banyak yang telah melupakan pentingnya menyisihkan waktu untuk berduaan saja. Mungkin Anda terlalu sibuk dengan anak-anak atau pekerjaan dan tak jarang pasangan merasa diabaikan. Jadikanlah hubungan bersama pasangan menjadi prioritas dengan cara makan malam di luar, menonton film, atau berakhir pekan di luar rumah. Makan dan minum bersama ketika Anda pulang kerja atau bermanja-manja setelah anak-anak tidur. Sisihkan waktu untuk saling intropeksi disetiap sore hari.
2. Tangani Konflik Dengan Sisi yang Berbeda
Ketika masalah datang menghadang, cobalah diskusikan dengan pasangan. Jangan memulai suatu diskusi dengan kritikan bernada marah, menyalahkan atau menyerang pasangan Anda. Pasangan Anda akan cepat mempertahankan diri dan tidak merespon masalah seperti yangAnda inginkan. Saat ini, konflik sebagai suatu masalah diantara Anda berdua yang memerlukan pemecahan bersama, bukan saling menyerang seperti musuh. Lebih baik ungkapkan apa yang Anda rasakan, dan katakan dengan jelas tanpa harus menunjukkan kesombongan. Jangan coba-coba untuk mengambil sikap bertahan, kita tidak dapat memecahkan konflik ketika kita difokuskan pada perlindungan diri dan membuktikan bahwa kita yang benar. Cobalah untuk bersikap tenang dan dengarkan pengalaman yang pasangan Anda alami. Mendengarkan tidak akan mengkompromikan posisi Anda. Justru, sebaliknya akan meningkatkan kemungkinan pasangan Anda mampu mendengar apa yang Anda harus katakan.
3. Jangan Pelit Pujian
Ketika pasangan melakukan sesuatu bagi Anda, coba perhatikan usaha pasangan. Walaupun apa yang ia lakukan belum sepenuhnya berkenan di hati Anda, katakan sesutu yang positif tentang usahanya. Ungkapkan penghargaan atas cara ia mencintai dan dukungan terhadap Anda. Jangan lupa juga untuk mengungkapkan betapa besar cinta Anda kepadanya.
4. Introspeksi dan Perbaiki Diri Sendiri
Mungkin Anda pernah mendengar pepatah "ketika belum menikah, bukalah kedua mata dan hati Anda selebar-lebarnya dan ketika Anda telah menikah, tutuplah sebelah mata Anda". Mungkin pepatah ini tidak asing bagi sebagian kita, namun sadarkah Anda apa maknanya?Ketika Anda telah menikah, ada baiknya Anda tidak bersikap terlalu kritis terhadap pasangan. Tutuplah sebelah mata Anda terhadap kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan pasangan. Jangan hilangkan sikap toleransi terhadap pasangan. Bukankah dengan memilihsi dia menjadi pasangan hidup berarti Anda bersedia menerima si dia apa adanya, baik maupun buruknya?
5. Cari Ahlinya
Ketika badai yang Anda hadapi terlalu sulit untuk ditangani sendiri, tidak ada salahnya Anda membagi hal ini dengan pihak keluarga atau berkonsultasi dengan ahli perkawinan. Yang penting dari semua itu adalah, Anda berdua mempunyai keinginan dan tekad untuk memperbaiki hubungan asmara yang sedang dilanda masalah tersebut. Sisih ego masing-masing pihak. Tak perlu saling menyalahkan.Lebih baik fokuskan pada jalan keluar dari masalah tersebut.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar
Postinglah dengan komentar yang bersifat "membangun".Thanks^^