Waktu adalah sebuah hitungan maju, saat-saat kita melewati setiap cengkal langkah dalam hidup dan kehidupan. Ia takkan berbalik.
Dan setiap detik yang terlewati adalah sebuah kenangan atau sebuah tinta yang tergores dalam lembaran kertas saat tertulis sebuah kisah atau ketika seseorang menjadi bagian dari kisah orang lain.
Sama seperti hari ini. Saat seseorang membaca tulisanku yang aku buat jutaan detik yang lalu. Aku masih bagian dari sebuah maha karya panggung kehidupan yang senantiasa terisi oleh warna warni. Warna-warni itu terus bergejolak, di langit, di mata, di hati,dan di jiwa. Kemudian, muncul sebuah pertanyaan "aku bagian dari mana sekarang...?
"Aku bagian dari diriku, dan aku juga bagian dari orang-orang disekelilingku" (bersosial bukan idividualistis sempit)
Ada orang yang sangat memuja masa lalu dan berharap masa itu datang disaat ini. Atau dengan perantara sebuah keajaiban masa laluitu terulang disaat sekarang atau masa sekarang sama segala sesuatunya dengan tempo dulu. Ada pula yang menjadi penyembah masa depan dan melupakan masa lalu. Dan beranggapan bahwa “masa lalu adalah masa lalu” itu hanya sebuah suratan kisah yang harus dijalani olehnya. Bahkan ada pula yang menyanjung kesenangan dimasa sekarang dan beranggapan bahwa segala sesuatu akan mengalir apa adanya, hanya perlu usaha dan doa untuk mencapai kesana [masa depan]. Bagaimanapun, masa lalu, masa depan dan masa sekarang adalah untaian kisah yang akan terus terangkai tanpa terpenggal. Tiap bagiannya adalah satu kesatuan judul dalam sebuah perjalanan mengarungi waktu. Yang berarti adalah “apakah yang terbaik yang pernah kita lakukan pada masa-masa itu?” dan untuk sebuah koreksidiri, “apakah yang terburuk yang pernah kita lakukan pada masa-masa itu?”. Kesalahan, kesuksesan, kegagalan, keterpurukan dan lain sebagainya, adalah masing masing warna yang memperindah roman sesorang.
Penyesalan, itulah yang tertuai oleh seseorang atas sebuah kegagalan, kesalahan, kekeliruan dan lain sebagainya. Sebagai reaksi positif dari hal itu maka siapapun yang mengalaminya, ia akan bangkit, berupaya agar semua itu tidak terulang lagi. Bukankah memperbaiki kesalahan di masa lampau itu suatu hal yang tidak mungkin terjadi? Karena masa lampau itu baru saja atau telah lama berlalu? Sedangkan sebuah reaksi negatif dari hal itu maka siapapu yang mengalaminya ia akan larut dan terpuruk dalam penyesalan. Enggan untuk melangkah, terhambat oleh ratapan dan berharap itu akan kembali kemudian ia akan memperbaikinya, sedang itu tidak mungkin terjadi!
Luapan sebuah kegembiraan dan keriangan. Itulah yang terjadi saat seseorang telah memberikan sebuah keberhasilan yang ia ciptakan pada masa lalu. Dan adalah sebuah kebodohan apabila ia terlena dalam kegembiraan itu. Dan lebih cerdas bila berpegang pada “sekarang harus lebih baik dari kemarin”.
Bagai manakah dengan sesuatu yang disebut “terlanjur”…..?
Keterlanjuran adalah sebuah salah langkah yang berkaitan dengan proses masa yang akan datang. Sama halnya ketika seorang gadis yang belajar menanak nasi namun terlalu banyak air dan akibatnya tidak akan pernah menjadi nasi dan tidak akan bisa diperbaiki kembali menjadi beras. Ada dua pilihan untuk mengatasi ini; dibiarkan, atau diberi bumbu tambahan. Artinya, dari keterlanjuran ituakankah kita biarkan terhenti (melangkah untuk meraih target) atau dilanjutkan dengan menyelamatkan bagian yang masih bisa kitabenahi dan masih bisa kita kaji untuk proses berikutnya demi mencapai tujuan. Jadi, baiknya seorang yang telah mengalami sebuahketerlanjuran adalah mengoreksi celah. Maksudnya, menelaah bagian mana yang salah dan bagian mana pula yang belum terjadi dalamproses. Ini sangat memerlukan spekulasi tinggi. Namun lebih baik dari pada dia terjebak dalam sebuah keterpurukan. Ingat, Allahtidaklah menyukai pada hambanya yang putus asa
Bagaimanakah agar sebijak bijaknya menyiasati ketiga masa itu…..?
Kita hidup pada kehidupan kita sekarang. Apapun yang kita lakukan hari ini, bijaknya memiliki 2 langkah; Mencegah kesalahan yangsama agar tidak terulang atau terjadi pada saat yang akan datang. Apapun yang kita lakukan hari ini adalah sebuah awal dari rentetan (rantai) masa depan. Jadi, buatlah awal yang sempurna. Waktu tidak akan terulang. Hanya kesamaan kisah atau peristiwa yangmembuat kita menganggap “waktu” berputar kembali. Waktu bukanlah sebuah lingkaran. Melainkan sebuah garis lurus yang terus menerus kita makan hingga jatah waktu kta habis tanpa adanya “waktu cadangan”.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar
Postinglah dengan komentar yang bersifat "membangun".Thanks^^