Ketika Anda tahu pasangan Anda tidak lagi jujur, Anda pasti akan merasa shock, sakit hati dan merasa dikhianati. Memperlajari apa yang telah pasangan Anda lakukan dapat menimbulkan bencana pada hubungan Anda dan mengikis rasa kepercayaan.
Berikut beberapa cara untuk mengatasinya setelah Anda tahu pasangan Anda tidak lagi jujur:
Menerima dan mengontrol emosi yang Anda rasakan
Anda mungkin merasa lepas kendali, dingin, sakit hati, merasa dikhiananti, ingin balas dendam dan marah. Ini adalah respon normal setelah Anda mengatahui ketidakjujuran. Cobalah untuk tidak bertindak berlebihan pada keadaan ini. Pertama, sisihkan waktu danruang untuk memproses semua masalah teersebut.
Cari dukungan dari ahli terapi, teman atau anggota keluarga
Pikirkan dengan hati-hati siapa yang Anda pilih untuk diajak bicara karena affair muda sekali menjadi sebuah rumor. Juga, pilih seseorang yang dapat mendukung dan mendengar tanpa berargumen. Jika ia medorong Anda untuk membuat keputusan sebelum Anda siap atau tidak membantu Anda secara emosi, beralihlah pada orang lain.
Jangan salahkan diri sendiri
Affair umumnya dianggap sebagai gejala masalah dalam hubungan suatu pasangan. Karena ini sering benar, penting bagi Anda untuk tidak menyalahkan diri sendiri atas affair pasangan Anda. Bahkan jika pasangan Anda merasa tidak senang, affair adalah suatu pilihan untuk keluar dari hubungan meskipun ada alasan lain seperti emosi, seksual dan sosial tetapi tidak terkait dengan hubungan pasangan.
Pertimbangkan pilihan Anda ketika Anda siap
Pelajari terlebih dahulu sebelum anda memutuskan karena affair secara tidak langsung berimplikasi pada pilihan meninggalkan ataumembentuk kembali hubungan. Untuk membuat pilihan ini, Anda harus menilai dua hal:
1.Apakah pasangan Anda siap dan ingin kembali mmbentuk hubungan?
Umumnya, supaya hubungan kembali membaik, ketidakjujuran harus mengakhiri hubungan dengan orang lain, berhenti membohong Anda, jujur apa yang terjadi, dengar dan berempati dengan perasaan Anda, komunikasi terbuka, bertanggung jawab atas affair dan siap membuat perubahan untuk membangun kembali kepercayaan. Dalam pikiran Anda, apakah pasangan Anda siap dan mampu mulai melakukan ini semua?
2.Apakah Anda siap dan ingin membentuk kembali hubungan?
Sisihkan waktu dan tempat untuk memikirkan keputusan penting ini. Tanya pada diri Anda pertanyaan berikut: Apakah saya akan melakukan untuk jangka panjang, bekerja keras untuk membangun kembali hubungan? Apakah saya akan berubah? Apakah saya akan mengambil resiko emosi ketika mengijinkan pasangan saya memiliki kembali kepercayaan saya?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar
Postinglah dengan komentar yang bersifat "membangun".Thanks^^